Langsung ke konten utama

TEMAN DALAM KEGELAPAN - PART III



     Sesampai di ruang guru akupun menemui guru IPS ku langkahku terasa sangat berat, detak jantungku terasa lebih cepat dari biasanya dan pikiranku seakan buyar tak menentu dan akhirnya akupun berpapasan langsung dengan guru IPS ku itu. Bibirku terasa mati rasa, keringat dingin bercucuran disekujur tubuhku, suara bising disekitar seakan membuat keadaan semakin mencekam. Dipikiranku hanya dipenuhi dengan rangkaian kata-kata  tak beraturan yang ku persiapkan untuk menjelaskan hilangnya buku kepada guru IPS ku itu.

     “Oh Angki dari tadi ibu cari-cari kemana aja kamu?” ujar guru IPS yang membuatku semakin cemas dan tegang. “Aadaa bbbuu” dengan seluruh keberanian aku menjawabnya dengan nada terbatah-batah. “Angki kenapa kamu begitu ceroboh meletakkan buku IPS ibu disembarang tempat, asal kamu tahu buku IPS itu cuma satu” ujarnya dengan nada agak marah. “Ddadarimanaa ibbu tatauu buku itu hilang?” tanyaku terheran heran dengan nada masih terbatah-batah ketakutan. “Untung ada temanmu rangga yang menemukan buku IPS ibu, lagian ibu kemarin menyuruh kamu menyampaikan tugas menulis materi kenapa kamu fotocopy?” ujarnya dengan nada semakin tinggi. Mendengar hal tersebut sontak membuatku sangat terkejut, keadaan disekitarku seakaan dengan sekejap berubah menjadi hening, dan sejuta pertanyaan tiba-tiba muncul dibenak.

     “Apa? Rangga bagaimana bisa tiba tiba ada pada rangga?” tanyaku tanpa sengaja. “Iya Seharusnya kamu berterimakasih kepadanya, oleh karenanya kamu tidak harus mengganti buku IPS ibu” ujar guru IPS. “Baik bu, Mohon maaf yang sebesar besarnya Angki janji tidak akan mengulangi kesalahan lagi” jawabku. Akupun kembali ke kelas dan berniat menanyakan semua ini kepada rangga dan meminta penjelasan darinya.
    
     Sesampai dikelas akupun menemui Rangga.... 

>>PART IV 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DRAMA IRI DENGKI PENYEBAB FITNAH

NASKAH DRAMA Judul : Iri Dengki Penyebab Fitnah Tema : Persahabatan Jumlah Pemeran : 8 (7 Tokoh dan 1 Narator) Penokohan : Susilawati à Narator (Pencerita) Azka (Angki) à /Laki laki berumur 15 tahun yang baik, bijaksana, cerdas, tampan dan terpilih menjadi Ketua osis baru. Panji (Isna) à /Laki laki berumur 15 tahun yang jago bela diri, dan suka melindungi orang yang lemah dan terkenal sejak menjuarai lomba pencak silat tingkat provinsi. Yuda (Dixan) à /Laki laki berumur 16 tahun terlahir dari pasangan kaya raya, suka menolong dan suka bermain game online. Nadia (Widia) à /Gadis berumur 15 tahun yang sangat terobsesi dengan gadget, suka bergosip dan senang jadi pusat perhatian. Pak Wisnu (Riki) à /P...

JUMLAH TULANG PADA MANUSIA

     Tubuh manusia terdiri dari 4 komponen penting yang menjadi pembentuk tubuh, yaitu tulang, sendi, otot dan daging. tahumah anda berapa jumlah keseluruhan tulang pada tubuh manusia? Ternyata menurut ilmu anatomi, jumlah tulang pada tubuh manusia adalah 206 ruas. Jumlah 206 tulang tubuh manusia tersebut dapat di jabarkan sebagai berikut. Bedasarkan ilmu anatomi, jumlah keseluruhan tulang tubuh manusia adalah 206 ruas yang meliputi: 1. Jumlah Tulang tengkorak kepala 28 ruas   1 tulang dahi (frontal)   2 tulang ubun-ubun (parietal)   1 tulang kepala belakang (osipital)   2 tulang baji (sphenoid)   2 tulang pelipis (temporal)   2 tulang hidung(nasal)   2 tulang pipi (zigomatik)   1 tulang rahang atas (maksila)   2 tulang rahang bawah (mandibula)   1 tulang lidah (vomel)   2 tulang langit-langit di dalam mulut (platinum)   2 tulang tapis (ethmoid)   2 tulang air mata (lakrimal   2 ...

SYAIR PANGGUNG SANDIWARA

PANGGUNG SANDIWARA Cipt. Ahmad Albar Dunia ini panggung sandiwara Cerita yang mudah berubah Kisah Mahabarata atau tragedi dari Yunani Setiap kita dapat satu peranan Yang harus kita mainkan Ada peran wajar ada peran berpura pura Mengapa kita bersandiwara Mengapa kita bersandiwara Peran yang kocak bikin kita terbahak bahak Peran bercinta bikin orang mabuk kepayang Dunia ini penuh peranan Dunia ini bagaikan jembatan kehidupan Mengapa kita bersandiwara Mengapa kita bersandiwara Dunia ini penuh peranan Dunia ini bagaikan jembatan kehidupan Mengapa kita bersandiwara